h1

Masa Belajar

Halaman ini aku khususkan untuk menceritakan masa-masa sekolahku alias masa2 belajar.. Untuk diketahui aku bersekolah di 1 TK, 4 SD, 2 SMP, 1 SMU, dan 1 Sekolah Tinggi.. Jumlah yang mungkin banyak dibandingkan dengan Anda pengunjung blog saya.. Ya Bapakku yang berpindah2 tempat kerja menyebabkan aku dan adikku sekolah nomaden. Rekor tercepat aku di suatu sekolah adalah 1 cawu (dulu masih sistem caturwulan alias 4 bulan).. rekor terlama sampai saat ini di Sekolah Tinggi (STAN) sekitar 5,5 tahun..

Aku di TAMAN KaNak-KaNak
Sekolah formal pertamaku adalah TK YWKA Mardikenyo. Sebuah TK di bawah Yayasan Wanita Kereta Api.. Ya saat itu aku dan keluargaku tinggal di tanah milik PT KAI karena kakekku adalah pensiunan PT KAI.. TK ini dekat dengan rumahku.. Sebenarnya aku sudah lupa bagaimana aku di TK tersebut. Namun menurut cerita orang tuaku, aku tidak merepotkan saat di TK.. Ya, ibuku tidak perlu menunggu aku sebagaimana teman2 TK-ku yang lain.. Dian kecil berangkat dan pulang dari TK sendiri..
Sedikit yang aku ingat adalah aku senang sekali main ayunan di TK tersebut dan aku sering berebut ayunan dengan teman2ku walopun akhirnya aku mengalah.. Mainan lainnya yang aku suka adalah main panjat.. itu lho.. tiang bundar untuk panjat2an.. Apa namanya ya ? Ya banyak mainan yang kusuka di sana..

Dian melanjutkan ke SD

Aku alumnus dari 4 SD.. Yup banyak ya. Inilah berkah dari sering pindahnya lokasi kerja Bapak. Dian sebut berkah karena Dian memiliki banyak teman.

 

SD Negeri 1 Kranji
Ini sekolah SD pertamaku. SD Kranji 1 terletak 1 kompleks dengan SD N Kranji 2,3, dan 9 PurwokertoHanya satu tahun aku di sini. Kelas 2 aku sudah pindah ke Sumatera. 1 tahun waktu yang sangat singkat bahkan untuk mengenal teman2ku. Hanya sedikit nama teman2ku yang masih aku ingat hingga saat ini. Itupun yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Ketika itu, aku masih sangat pemalu, bahkan untuk ijin ke ke belakangpun (WC) aku tidak berani. Untuk prestasi, aku masih sangat jauh dari harapan. Di raportku tidak ada merahnya siy, karena nulis angka 5 pake pulpen hitam. Hehe.. Setelah 1 tahun mengenal baca tulis di SD ini, akupun harus pindah sekolah mengikuti Bapakku yang “mutasi”. Tidak tanggung-tanggung, kami pindah ke Sijunjung, sebuah kecamatan (sekarang Kabupaten) di Sumatera Barat.

SD Inpres Muaro Gambok Sijunjung

Inpres ?? Yap Instruksi Presiden. Kemungkinan karena SD ini dibangun setelah adanya Inpres saat itu. Sekitar  3 tahun 8 bulan di SD ini. Masuk di kelas 2 SD hingga kelas 5 SD cawu 2. Mmm. Pengalaman berkesan banyak sekali di sini. Mulai dari jadi ketua kelas, telat berangkat sekolah dll… Hehe.. pokoknya seru deh.. Di kota Sijunjung ini aku merasa kerasan dan punya banyak teman.. Sayangnya saat harus meninggalkan kota ini aku kehilangan kontak dengan teman2ku di sini.. beberapa teman coba aku cari di facebook dan sayangnya baru 1 teman yang kutemukan.. itu karena aku lupa nama lengkap teman-temanku..  mudah2an ada yang kesasar ke blog ini dan ternyata teman sdku di Sijunjung dech..

SDN Krenceng, Purbalingga

Tidak lama aku sekolah di SD ini. hanya 1 cawu.. Ya.. sekolah ini hanya sebagai transit saat Bapakku harus pindah dan meninggalkan kota Sijunjung. Karena sibuk dengan persiapan pindah serta persiapan tempat tinggal di kota yang baru maka aku dan adikku tinggal di rumah kakek dan nenekku di Desa Krenceng, Purbalingga. Kebetulan bude-ku, Kepala Sekolah di sini sehingga urusan pindah sekolah lebih mudah dibanding harus mengurus pindah langsung ke kota yang baru. Walaupun sebentar, tapi banyak kesan menarik di SD ini..  Salah satunya di SD ini, yang memegang peringkat 1 dari Kelas 1 s.d Kelas 5 (saat aku masuk cawu 3) dipegang secara bertahan oleh 1 orang saja..  Mantap kan.. Dan setelah saya datang, (bukan mau pamer ya..) Alhamdulillah berhasil mengalahkan juara bertahan dengan selisih nilai sedikit.. Setelah saya pindah, pemegang rekor tersebut kembali menduduki peringkat teratas lagi.. Selamat.. Oiya.. Pelajaran yang paling menyulitkan di sini adalah Bahasa Jawa.. Benar-benar pusing karena di Sijunjung ndak ada pelajaran ini.. Hiihi.

SDN Medono 7 Pekalongan

Yap.. ini SDku yang ke-4.. di Pekalongan yang terkenal dengan Batiknya.. Pengalaman berkesan apa ya.. oiya aku ikut dalam lomba mata pelajaran matematika (lupa dalam rangka apa) dan meraih peringkat harapan (lupa juga harapan 1/2/3).. Pokoknya aku mulai suka pelajaran matematika di SD ini.. Pengalaman lain yaitu di SD ini (maaf tidak bermaksud apa2) kami memiliki seorang teman wanita yang mengidap epilepsi (penyakit ayan).. Bener-bener baru buatku dan ketika itu akupun belum tau soal penyakit ini.. Tapi yang jelas, Semoga Alloh telah memberikan kesembuhan buat teman kami ini..

medono 7

Dian udah di SMP

Masa SMP  dijalani di 2 sekolah yaitu SMPN 2 Pekalongan (kelas 1) dan SLTP N 3 Purwokerto. Agak lupa juga apa yang kuingat di masa ini. Yang jelas saat di Pekalongan ada teman yang tanggal kelahirannya sama dengan aku. Dan tampilannya mirip.. Sama2 besar. Hehehe… Sory bro Luthfi. Yang keinget juga mungkin pas Bapakku harus pindah ke Ambon dan kita pulang kampung ke Purwokerto. Yup.. mempertimbangkan jarak yang jauh dan sekolah anak-anaknya serta kondisi Ambon yang mengkhawatirkan saat itu maka kita pilih tinggal di Purwokerto. Dan untuk sementara kita harus ngontrak rumah di sini karena memang belum punya rumah..🙂 Yang jelas aku harus belajar lagi bahasa “ngapak” yang sudah sekian lama ditinggalkan.. hahaha..  Soal prestasi di SMP standar-standar saja lah.. Tapi ada 1 cerita yang cukup memalukan yaitu aku pernah lupa (atau sengaja yak..) membuat PR Bahasa Indonesia yaitu tugas untuk mengarang pengalaman liburan.  Dan ketika saat pelajaran, secara kebetulan namaku dipanggil untuk membaca hasil karangan.. Dengan percaya diri aku maju dan membawa buku yang tidak ada tulisan di dalamnya. Aku baru mengarang saat di depan kelas.. Dan tentu saja akhirnya ketahuan ketika aku tersendat-sendat baca karangannya. Namanya juga sambil mikir.. Setelah kejadian itu aku benar2 malu kalau bertemu beliau, pak guru tersebut.

Masa SMU

Untuk SMU masih tetap di Purwokerto walaupun bapakku sudah pindah dari Ambon. Lagi-lagi karena faktor sekolah anak-anaknya. Kalau masih SD mungkin enak kalau pindah-pindah tapi kalau sudah SMP dan SMU cukup susah. Di SMU ini prestasiku kadang-kadang saja.. kadang-kadang standar, kadang-kadang di bawah standar. Buktinya pernah malam-malam ke rumah guru biologi yang letaknya lumayan jauh di pinggir kota.. Itu dilakukan karena nilai ulangan Cawu Biologi parah.. Dan untuk memperbaikinya harus bikin tulisan..

Udah ah bikin tulisan masa belajar… Susah soalnya mau nulis masa lalu.. banyak lupanya..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: