h1

Berani Berbicara Di Depan Publik, Kenapa Tidak !!

Agustus 29, 2013

Mau sharing sedikit tulisan yang telah saya buat mengenai pengalaman berbicara di depan publik berikut ini…

Aktivitas berbicara di depan publik (public speaking) tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Anda mungkin pernah mengalami suatu kondisi dimana Anda diharuskan berbicara di depan orang banyak, misalnya pada pertemuan dengan teman-teman, acara rapat, presentasi dan sebagainya. Namun kebanyakan orang tidak merasa nyaman ketika diminta berbicara di depan umum. Perasaan gugup, takut dan ketidakmampuan menyusun kata-kata adalah hal umum yang menjadi kendala bagi kebanyakan orang.

Hal ini pulalah yang saya rasakan ketika diberikan penugasan untuk menjadi salah satu pembicara (fasilitator) dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan SPT Tahunan (Drop Box) pada awal tahun 2012 yang lampau. Acara Bimtek sendiri mengundang peserta para Kepala KP2KP, Kepala Seksi di KPP serta pelaksana di KPP. Saat itu saya diberikan penugasan secara berturut-turut di 3 lokasi yaitu Surabaya, Lombok dan Jakarta Pusat. Perasaan saya ketika diberikan penugasan ini tentunya ada perasaan ketakutan dan gugup karena pengalaman berbicara di lingkungan kerja biasanya baru sebatas presentasi di rapat-rapat internal dan paling banter jadi MC (pembawa acara) di acara konsinyering / workshop.

Berikut ini beberapa hal yang saya lakukan untuk membantu saya dapat berbicara di depan publik saat sebagai fasilitator dalam Bimtek yang lalu :

1. Siapkan dan Kuasai Materi Presentasi

Pada umumnya, salah satu ketakutan seseorang pada saat bicara didepan umum adalah takut lupa apa yang ingin dibicarakan, salah bicara dan konsentrasi buyar. Ketakutan ini bisa saja tidak terjadi, jika kita mempersiapkan diri secara matang seperti halnya yang saya lakukan saat Bimtek yang lalu sebagai berikut :

  1. Membaca dan menguasai materi presentasi
  2. Membuat jadwal pembagian waktu untuk setiap materi sehingga setiap materi Bimtek mendapatkan waktu yang optimal.
  3. Membuat perkiraan pertanyaan yang mungkin akan dilontarkan oleh peserta Bimtek
  4. Bertanya kepada teman atas materi-materi yang masih belum saya pahami.

Persiapan merupakan kunci untuk menimbulkan kepercayaan diri saat ingin bicara di depan umum.

2. Sering Latihan

Practice. Practice. Practice! Itu yang saya lakukan sebelum Bimtek dilaksanakan. Saya lakukan latihan di depan istri saya dan Anda juga bisa melakukannya di depan keluarga, teman terdekat, bahkan di depan hewan peliharaan kesayangan sekalipun. Saya berlatih mengontrol kata-kata filler (buat saya kata-kata eee..), intonasi suara, praktek jeda dan bernapas. Saya juga berlatih memilih kata-kata terutama untuk pembukaan dan penutup. . Lima menit pertama dan lima menit terakhir adalah bagian terpenting karena saya harus membuka, menjelaskan, dan menyimpulkan.

Saya harus dapat membuat pesan yang disampaikan bisa diserap maksimal dengan menggunakan kata-kata seminim mungkin. Saat latihan saya minta pendapat istri saya tentang bagaimana cara saya bicara, kekurangannya, dan apa yang harus ditambahkan demi mendapatkan kesempurnaan saat pelaksanaan Bimtek. Semakin sering berlatih, maka kita akan menyampaikannya dengan mudah dan kepercayaan diri akan muncul dengan sendirinya.

3. Bertanyalah kepada yang berpengalaman

Yang saya lakukan saat persiapan selain berlatih adalah bertanya kepada rekan-rekan yang sudah pernah menjadi fasilitator saat Bimtek sebelumnya mengenai bagaimana kondisi saat acara, cara menjawab pertanyaan dan sebagainya. Informasi ini sedikit banyak membantu saya dalam mempersiapkan diri. Selain itu juga carilah informasi tips dan trick dalam berbicara di depan publik yang banyak tersedia di internet sebagaimana yang telah saya lakukan. Saya juga mengingat-ingat materi yang pernah saya dapatkan saat mengikuti IHT Public Speaking di masa lalu.

4. Kenali Audiens (Peserta)

Setiap orang mempunyai masing-masing budaya, bahasa, bahkan cara berpikir yang berbeda.  Saya telah mengetahui bahwa peserta Bimtek adalah para pegawai di KPP/KP2KP yang telah dewasa. Oleh karena itu, cara pembelajaran yang dibawakan dalam acara Bimtek adalah pembelajaran untuk orang dewasa. Proses belajar bagi anak-anak dan orang dewasa tidak sama. Belajar bagi anak-anak bersifat untuk mengumpulkan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sedangkan bagi orang dewasa lebih menekankan untuk apa ia belajar.  Dalam proses pembelajaran orang dewasa, ia menghendaki kemandirian dan tidak mau diperlakukan seperti anak-anak, misalnya ia diberi ceramah oleh orang lain tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu saat Bimtek proses pembelajaran lebih banyak ke arah diskusi, praktek dan simulasi. Peran pembicara termasuk saya lebih banyak sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

5. Kenali Ruangan dan Tiba Lebih Awal

Saat Bimtek di setiap lokasi, saya dan tim selalu melihat terlebih dahulu ruangan yang akan digunakan untuk acara. Hal ini untuk melihat hal-hal teknis seperti tata letak ruangan, kelengkapan pendukung acara seperti michrophone, alat tulis, papan tulis, infokus dan hal teknis lainnya. Setelah memastikan ruangan telah siap maka ini akan memberikan kekuatan dalam membayangkan apa yang akan dilakukan saat acara Bimtek. Selain mengenali ruangan, yang harus kita lakukan adalah berusaha datang lebih awal saat hari pelaksanaan acara untuk mengecek kesiapan seperti tes michrophone maupun menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar.

Saat pelaksanaan Bimtek, saya mempunyai pengalaman yang cukup unik yaitu ketika saya sedang menunggu bimtek dimulai dan duduk di sekitar peserta saya mendengar pembicaraan peserta yang intinya mereka akan pulang kalau ternyata acaranya membosankan karena pekerjaan di kantor menumpuk. Mendengar ini saya menjadikannya tantangan untuk membuat acara lebih seru dan enak untuk diikuti hingga akhir acara dan juga saya anggap bahwa peserta menginginkan saya sebagai pembicara menyampaikan materinya dengan menarik, informatif, memberi inspirasi dan menghibur.

6. Menggunakan Games dan Belajar Ice Breaking

Sudah menjadi kebiasaan di setiap acara pelatihan termasuk bimtek, biasanya sering ada ice breaking dan adanya games-games yang digunakan untuk membuat suasana  lebih seru. Saya sendiri baru benar-benar bisa menggunakan games dan membuat permainan ice breaking pada lokasi kedua dan ketiga. Pada lokasi pertama saya belajar terlebih dahulu kepada teman-teman tim yang memang telah sering menjadi narasumber bimtek.

Saya menggunakan permainan tebak-tebakan, Quiz serta menayangkan film yang saya kaitkan dengan materi presentasi. Games tebak-tebakan yang saya lakukan cukup membuat suasana riuh dan ramai karena beberapa tebakan yang saya ajukan sebenarnya merupakan jebakan dan ada juga yang membuat peserta serius menghitung jawabannya. Selain itu sayapun memberikan beberapa hadiah kecil untuk peserta yang berhasil menjawab. Saran saya dalam melakukan games atau ice breaking adalah kita telah mencobanya terlebih dahulu sebelum melaksanakan games/permainan sehingga tidak canggung ketika melakukan games tersebut saat pelaksanaan acara.

7. Tenang dan Santai serta Berdoa

Dalam berbicara di depan publik, hendaknya dapat bersikap tenang dan santai serta menikmati pembicaraan yang dilakukan. Kalau saya biasanya untuk dapat santai dan tenang dengan mengambil nafas panjang kemudian tahan selama lima sampai sepuluh detik, lalu hembuskan nafas secara perlahan. Setelah itu minum air putih. Anda dapat melakukan metode lainnya yang memang dapat membuat diri Anda tenang dan santai. Jika cara menyampaikan presentasi dengan tenang dan santai, secara otomatis audiens akan menikmati dan senang dengan cara penyampaian presentasi Anda. Jangan lupa juga berdoa memohon pertolongan pada Allah agar diberikan pertolongan, kemudahan dan kelancaran.

8. Bisa Karena Biasa

Maksudnya di sini adalah bahwa kepercayaan diri kita akan semakin tinggi apabila kita semakin sering berbicara didepan publik. Karena pengalaman adalah guru yang paling baik, jadi kita harus mencoba beranikan diri untuk mau belajar bicara. Pengalaman menjadi kunci penting dalam kesuksesan kita berbicara. Seperti halnya yang saya alami. Pada pengalaman pertama saya Bimtek di lokasi 1 jelas saya merasa lebih gugup. Namum demikian ketika Bimtek di lokasi 2 dan lokasi 3 saya merasa jauh lebih enjoy dan bahkan di lokasi 3 saya diminta mengumumkan juara kelompok Bimtek yang biasanya dilakukan oleh MC dari pihak tuan rumah Bimtek (Kanwil).

Oke, sekarang giliran Anda untuk berbicara di depan dan memukau hadirin semua !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: