h1

Melayani Publik itu Harus Repot ?

Februari 28, 2012

Melayani Publik itu Harus Repot ? Sebelum kita menjawabnya,  mari kita lihat gambar di bawah ini.

angsa

Angsa Berenang

Saya beri judul gambar di atas  “Angsa Berenang”. Ada yang pernah mendengar filosofi “Angsa Berenang” ?  Jadi gini.. kalo kita lihat angsa sedang berenang, katakanlah di sebuah danau.  Apa yang Kita lihat ? Yang jelas kita hanya melihat Angsa itu cantik dan memiliki bulu indah. yap.. kita hanya melihat keindahan dan kecantikan angsa itu di tengah danau. Tapi apakah kita pernah memikirkan ada sepasang kaki angsa yang tidak terlihat yang ternyata sibuk berenang “kecipak-kecipuk” di bawah air.. Hmm yap sepasang kaki itu berusaha menjaga agar keindahan dan kecantikan angsa dapat kita lihat.

Sudah memiliki gambaran mengenai filosofi angsa berenang ini. Lalu apa hubungannya dengan pelayanan publik ? Pelayanan publik bermuara pada kepuasan publik. Ujung dari pelayanan adalah publik merasa dimudahkan, dipercepat dan   atas pelayanan yang diterimanya. Pokoknya yang baik-baik lah. Kita lihat munculnya Samsat Drive Thru hingga Samsat Door to Door untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Tujuannya tidak lain tentunya kemudahan bagi masyarakat. Di instansi saya sendiri ada Drop Box dan terakhir ada e-filing untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam menyampaikan SPT Tahunan PPh.

Nah hubungannya dengan filosofi “Angsa Berenang” adalah kita sebagai masyarakat yang menerima layanan publik tentunya hanya tahu bahwa pelayanan publik yang diberikan lebih mudah, lebih cepat. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa ada suatu kesibukan dan kerepotan yang luar biasa di sisi administrasi dari instansi yang memberikan layanan publik. Mereka harus memastikan ketika sisi layanan dipermudah bagi masyarakat, infrastruktur pendukungnya-pun siap. Ketika diluncurkan Samsat Drive Thru dan Samsat Door To Door pastinya Samsat harus memastikan bahwa infrastrukturnya siap dan mendukung serta tentunya petugasnya dibuat sibuk dan repot seperti tadinya petugas hanya menunggu masyarakat datang ke loket-loket namun dengan Samsat Door to Door, masyarakat tinggal menunggu petugasnya datang ke rumah-rumah kita. Mudah kan..

Kalo di instansi pajak tempat saya bekerja, salah satu parameter gambaran perbaikan layanan publik adalah saat pelayanan penerimaan SPT. Dahulu, kalo Anda ingat saat masa penyampaian SPT Tahunan pada bulan Maret, kita bisa antri sampai berjam-jam bahkan seharian di Kantor Pelayanan Pajak. Namun sejak adanya Drop Box, masyarakat jadi lebih cepat dan lebih mudah. Hanya 5 menit, ya rata-rata 5 menit kita sudah selesai menyampaikan SPT di Drop Box yang banyak terdapat di mall. Keren kan.. Kemudian di tahun ini, DJP memperkenalkan e-filing. Anda tidak perlu kemana-mana, cukup di depan komputer dan buka website pajak.go.id maka SPT Anda bisa disampaikan.

Kemudahan-kemudahan dalam pelayanan publik yang saya contohkan di atas tentu saja sudah barang tentu semakin membuat sibuk pelayan-pelayan publiknya. Wajar memang untuk pelayanan publik, institusi pemberi layanan lebih sibuk dan lebih repot.

Pesan moralnya adalah, kita sebagai masyarakat setelah mendapatkan kemudahan dalam layanan publik setidaknya berilah apresiasi kepada pelayan Anda. Bukan dalam bentuk uang, cukup senyum di wajah Anda dan ucapan terima kasih kepada Pelayan Anda akan membuat kesibukan dan kerepotan pelayan Anda dalam melayani Anda tidak akan Dia rasakan. Kemudian, untuk para pelayan publik termasuk saya sendiri, sudah wajar kita merasa repot dan sibuk dalam pelayanan yang kita berikan. Jangan mengeluh dan tetap berikan yang terbaik untuk masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: