h1

Jodohku : Dimanakah engkau ?

Agustus 12, 2009

Tulisan berikut terinspirasi dari curhatan beberapa teman wanita saya di Facebook.. Itu lho di bagian catatan (note).. Intinya kerinduan mereka akan hadirnya pangeran di dalam hidupnya..(baca: jodoh). Mmm wanita umumnya mudah mengutarakan isi hatinya ke dalam tulisan hingga kadang mereka berubah jadi pujangga.. Curhatan itu ada yang berbentuk puisi lho.. Gak kalah dengan karya Chairil Anwar deh.. Mmm.. Oke de..  back to topic.. Yang akan coba saya ulas di sini adalah untuk menjawab Apa yang harus kita perbuat saat jodoh tak kunjung datang..? Mungkin ada yang bertanya2 kok saya yang juga masih lajang membahas ini.. Yah gak apa2 lah.. Lha saya juga mengalami hal ini kok.. Dan juga sekalian tulisan ini juga menjadi nasihat bagi saya sendiri.. Tulisan ini hanya opini saya pribadi.. So boleh sepakat boleh juga tidak.. Saya menghargai masukan dari teman-teman..

Sebenarnya permasalahan merindukan kehadiran pasangan atau jodohnya bukan hanya dialami oleh wanita.. Pria juga mengalaminya.. Apakah Anda termasuk Teman ? Jujur saya pun mengalaminya.. Alhamdulillah, insya Alloh saya sudah menemukan “bidadari itu” dan saat itu akan tiba bagiku… Doakan ya teman..

Kapan aku menemukan “Bidadariku ?”

Oke deh.. Karena saya pria kita coba cerita dari sisi pria dulu de.. Coba kita bayangkan jika Anda adalah seorang pria dengan usia sudah melewati tiga puluh (baca: saya belum), tetapi belum juga ada tempat untuk menambatkan rindu atau Anda seorang pria usia sekitar 40 tahun, memiliki karier yang cukup sukses namun belum menikah..  Yang saya bayangkan adalah Anda akan merasakan betapa sepinya hidup tanpa istri. Ingin menikah, tapi takut ! tak bisa mempergauli istrinya dengan baik. Sementara terus melajang merupakan siksaan yang nyaris tak dapat ditahan. Benarkah demikian ? Mungkin dulu Anda ingin menikah, ketika keriernya belum seberapa. Tetapi niat itu dipendam dalam-dalam karena merasa belum mapan. Anda merasa harus mengumpulkan dulu uang yang cukup banyak agar bisa menyenangkan istri. Tapi Anda lupa bahwa kebahagiaan itu letaknya pada jiwa yang lapang, hati yang tulus, niat yang bersih dan penerimaan yang hangat. Anda juga lupa bahwa jika ingin mendapatkan istri yang bersahaja dan menerima apa adanya, jalannya adalah dengan menata hati, memantapkan tujuan dan meluruskan niat.

Laki-laki sering mengalami sindrom kemapanan (meski wanita juga banyak yang demikian, terutama mendekati usia 30 tahun). Mereka menginginkan pendamping dengan kriteria yang sulit dipenuhi. Seperti hukum kategori, semakin banyak kriteria semakin sedikit yang masuk kategori. Begitu pula dengan kriteria tentang jodoh, ketika kita menetapkan kriteria yang terlalu banyak, akhirnya bahkan tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita.

Ketika usia 40-an, ketakutan yang dialami oleh laki-laki sudah berbeda lagi, kecuali bagi mereka yang tetap terjaga hatinya. Jika sebelumnya, banyak kriteria yang dipasang, pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi istri dengan baik. Lebih lebih ketika usia sudah beranjak mendekati 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Ada kekhawatiran jangan-jangan di saat anak masih kecil, ia sudah tak sanggup lagi mencari nafkah. Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan (karena tabungan yang melimpah), jangan-jangan ia sudah mati ketika anak-anak masih perlu banyak dinasehati. Bila tak ada iman di hati, ketakutan ini akhirnya melahirkan keputus-asaan. Wallahu A’lam bishawab.

Ya… ya… ya…, kadang kita sendirilah penyebabnya, kita mempersulit apa yang telah Allah mudahkan, sehingga kita menghadapi kesulitan yang tak terbayangkan. Kita memperumit yang Ia sederhanakan, sehingga kita terbelit oleh kerumitan yang tak berujung. Kita menyombongkan atas apa yang tidak ada dalam kekuasaan kita, sehingga kita terpuruk dalam keluh-kesah yang berkepanjangan. Maka, kalau kesulitan itu kita sendiri penyebabnya, beristighfarlah. Semoga Allah berkenan melapangkan jalan kita dan memudahkan urusan kita.

Sekian dulu teman.. tunggu lanjutannya..

Apakah engkau sudah menemukan bidadari itu, Teman ?

5 komentar

  1. “Tapi Anda lupa bahwa kebahagiaan itu letaknya pada jiwa yang lapang, hati yang tulus, niat yang bersih dan penerimaan yang hangat.”

    cerdas..!!!!!!

    diriku bidadari,, ada yang mauk menemukan..??? aahahahah *hina dina deh..!!!

    “Seperti hukum kategori, semakin banyak kriteria semakin sedikit yang masuk kategori.”

    hayooooo coba diriku, dirimu en smua yang ada disiniiiiii *lha kuq malah dangdutan

    coba kita inget2 lagi,, pan ILLAHI RABBI, menjanjikan yang S-E-K-U-F-U..

    *permisi,, pamittttttttt undur2.. DOH..!!!!


    • Makasih pujiannya.. hohoho..🙂 Masih perlu banyak belajar niy..
      Tunggu de.. ntar juga ada pangeran yang menjemputmu.. Asal jangan ngilang aja.. ntar pangeran susah menemukanmu.. *halah*
      Yup memang benar janji-Nya sekufu.. cuman kadang ada yang buat kriteria sampe banyak banget.. 10, 20 atau lebih..
      Manusia itu tidak ada yang sempurna..
      Jadi inget kata temen ”Kita hidup bukanlah mencari seseorang yang sempurna untuk kita cintai, namun kita belajar untuk mencintai orang yang tidak sempurna dengan sempurna.”

      Oke de.. di tunggu komen untuk bagian lanjutannya.. lagi digodok.. mencoba memahami pikiran wanita dulu.. huhuhu..


  2. Bisa aku bilang … emang manusia tempat salahnya … Jadi mungkin ada yang perlu diperbaiki … kadang yang namanya perempuan gak butuh pangeran loh … Gak tau kalo laki2x… Aku udah 30 aku masih sendiri, apa patokan umur menjamin seseorang dalam bersikap ? Jangan dari materi aja. Kadang emang susah bagai bagai menemukan jarum di jerami. Jodoh itu … Tks ya …


    • sama2 mbak.. mmm yup yang dibuthkan adalah jodoh yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan hati..


  3. Kalaulah semudah memilih pakaian jodoh itu, bila suka dipakai dan bila tidak suka dicampak. Alangkah bagusnya. Kerana tidak mau mendzalimi anak orang lainla makanya bagus bujang daripada menerima orang dalam keadaan terpaksa.kesian anak orang.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: