Arsip untuk Juli, 2011

h1

Larangan Melangkahi Kakak Perempuan Dalam Pernikahan

Juli 21, 2011

Mungkin sebagian rekan-rekan ada yang pernah mengalami melangkahi kakak perempuan atau malah dilangkahi adik yang menikah. Mmm.. Pada sebagian masyarakat, memang merupakan sesuatu yang tabu jika adik melangkahi kakaknya dalam pernikahan. Bahkan ada yang baru dibolehkan menikah setelah 1 tahun kakaknya menikah.

Beberapa masyarakat yang lain, mengatakan bahwa melangkahi kakak dalam pernikahan itu boleh-boleh saja, tetapi ada tradisi adat yang harus dilalui oleh sang kakak. Ada prosesi langkahan kabarnya.. tapi saya sendiri ndak terlalu tahu soal itu..

Dalam islam memang tidak ditemukan dalil yang melarang seorang adik melangkahi kakaknya dalam suatu pernikahan. Kalau kita melihat lebih jauh larangan itu hanya sebuah mitos yang berasal dari sebuah ketakutan orang tua jika adik melangkahi kakak, maka kakaknya bakalan jadi perawan tua atau sulit mendapat jodoh.

Pendapat saya ? Kalau di keluarga saya sendiri tidak ada larangan itu. Prinsip kami adalah bahwa jodoh sudah Allah yang mengatur. Mungkin memang seorang adik lebih dulu ditunjukkan siapa jodohnya dibanding kakaknya.

Sepupu-sepupu saya ada yang melangkahi kakak perempuannya. Dan akhirnya tidak lama kakaknya juga dilamar. So, mitos larangan itu saya menganggapnya salah.

Bukankah ada juga kejadian ketika adiknya mau menikah dilarang dan beberapa tahun kemudian kakaknya menikah dan setelah itu malah adiknya tidak laku-laku karena ketuaan.

Yang juga perlu diingat “usia kakak emang lebih tua dari adik. Kakak emang lahir duluan, Tapi jodoh itu ada yang atur. Gak mesti orang yang lahir duluan, mesti nikah duluan… Apa iya orang yang lahir duluan harus mati duluan?”

Tapi selanjutnya terserah Anda teman.. Tinggal bagaimana komunikasi dengan orang tua dan kakak Anda bila anda pada posisi Adik. Dan bila anda pada posisi kakak selalu ingat dalam hal ini keikhlasan dan kejiwabesaran dari Anda. Toh hal ini hanya masalah ‘image masyarakat’ yang perlu diluruskan, penilaian teman dan rekanan, gengsi, atau anggapan kalau dilangkahi menikah akan terjadi sesuatu hal (mitos), dan sejenisnya. Tidak lupa diberengi terus dengan melakukan usaha, berdo’a dan tawakkal dari pihak kakaknya agar cepat juga mendapatkan jodoh seperti yang dialami adiknya.

h1

Saat Pena Lebih Tajam dari Pedang

Juli 20, 2011

Apakah ini adalah pepatah atau bukan saya kurang tahu ? mungkin yang biasanya kita tahu adalah “Saat Lidah Lebih Tajam dari Pedang’.. Tapi saya baru merasakannya.. tepatnya bukan pena siy tapi keyboard komputer.. Ada teman yang tersinggung saat sedang berdiskusi di sebuah forum internet.. Hanya karena 1 kalimat yang saya ketik di layar komputer, ada teman yang merasa tersinggung..

Sekarang, saya jadi takut menulis di forum itu.. ya paling tidak saya batasi lah.. Sulitnya menulis itu karena ada bukti. Beda dengan percakapan lisan.Kadang-kadang kita tidak mempunyai maksud tertentu tapi ada orang lain yang tersinggung.

Jelas maksud saya sekedar bercanda sebagai seorang sahabat apalagi forum itu juga forum sahabat-sahabat saya. Maksud bercanda ternyata malah membuat teman terluka.. Hmm.. akhirnya saya cukup mengerti mengenai adanya kasus Prita yang mungkin tidak akan terjadi jika menggunakan kata-kata yang tidak terlalu menyinggung dan menggunakan kata-kata yang lebih halus untuk maksud yang sama.

Saya tidak mau berpanjang lebar lagi.. melalui blog saya ini saya juga menyampaikan maaf kepada teman saya tersebut apabila akhirnya kata-kata saya menyinggung dan melukai Anda. Dan saya kembali menyampaikan tidak ada maksud melukai Anda. Salah satu yang saya ingat juga bahwa ketika menafsirkan Undang-Undang salah satu pemahamannya adalah dengan menelusuri maksud dari si pembuat Undang-Undang.

Satu pelajaran yang saya petik dari sini adalah bahwa “Diam itu emas” apalagi di forum forum chitchat karena orang belum tentu paham benar dengan apa yang kita tulis. Dan terakhir saya mohon ampun pada Alloh karena kekhilafan saya..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.