Selamat yo penempatan jakarta!
From : Karyoto Receive: Thu 12:31 27-Aug-09
Kamis,27 Agustus 2009
Siang, sepulang aku dhuhur di masjid aku cek hpku.. Sebuah pesan kuterima dari seorang sahabatku.. Ya.. Karyoto atau kadang dipanggil dengan Miki atawa nama kunyahnya Abu Umar yang pertama kali memberiku kabar itu.. Syukur Alhamdulillah kupanjatkan. Segera aku menelpon balik sahabatku itu untuk memperjelas kabar itu. Terdengar suara tangis Umar di seberang, dan akhirnya aku mendapat kejelasan dari Miki bahwa aku (kembali lagi) ditempatkan di Kantor Pusat. Terima Kasih sebesar-besarnya Sahabat.
Kabar yang sudah kutunggu sebulan lalu akhirnya datang juga.. Kukabari orang tuaku di kampung.. Tidak lupa kukabari juga “calon istriku”. Alhamdulillah semuanya ikut bahagia.
Penempatan yang menurut beberapa teman sangat baik untuk angkatan kami.. Mungkin inilah berkah romadhon. Beberapa teman bahkan mendapat penempatan di kampung halaman. Sesuatu yang sangat disyukuri dan sebenarnya di luar ekspektasi beberapa teman.
Jum’at 28 Agustus 2009
Pagi sekitar jam 9 aku bersama keempat temanku segera melapor ke bakal kantor kami.. Kami diterima sangat baik. Kami diminta mulai masuk senen depan.. Kamipun segera melengkapi beberapa administratip yang harus diurus seperti absen finger print. Selepas sholat jum’at kamipun segera pulang.
Sabtu, 29 Agustus 2009
Sore jam 6, waktu buka puasa.. Sekitar 15 teman satu angkatan berkumpul di Hanamasa Bintaro Plaza mengikuti acara buka puasa bersama sekaligus acara perpisahan angkatan dan syukuran penempatan. Yup melepas kangen dan kerinduan setelah sekitar sebulan tidak bertemu dan juga siap2 menyambut tugas baru kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Senin, 31 Agustus 2009
Ya, saat aku membuat posting tulisan ini aku sedang duduk di kantor baruku.. Di meja kerjaku dengan seperangkat komputer di atasnya. Tidak lupa aku berkenalan dengan teman2 kerja satu ruanganku. Dikarenakan masih menunggu job description maka aku sempatkan membuat tulisan ini. Secuil diary aktifitas harianku..
Masih aku ingat beberapa pertanyaan dari teman ketika menulis pilihan penempatan baruku. Ya 3 pilihan penempatan aku isi dengan kantor di sekitar Jakarta dan Tangerang. Mengapa aku memilih Jakarta ? Bukankah bakal macet ketika berangkat dan pulang kantor, banjir di musim hujan, biaya hidup mahal dan lain2.. Ada banyak alasan aku memilih ini.. Akan kuceritakan di bawah ini sekaligus awal perkenalanku dengan Jakarta..
Jakarta, Perjalananku Sementara Kulanjutkan Di Sini
Dulu, dulu sekali ketika aku masih SD kelas satu.. Itulah pertama kali diriku ke Jakarta.. Saat Bapakku ditugaskan ke Sijunjung, Sumatera Barat. Ya, aku dan keluarga meninggalkan kampung halamanku menuju pulau Sumatera dengan Bus. Saat itulah kami sempat singgah dan melewati kota Jakarta. Kami singgah di tempat Pak-Dhe di Bekasi sebelum menyeberang ke Sumatera. Selamat empat tahun di sumatera maka sejak itulah kami selalu melewati kota Jakarta ketika pulang kampung dan balik ke Sumatera ketika lebaran. Setelah Bapak dipindahtugaskan ke pekalongan sekitar aku kelas 5 SD maka sejak itu akupun tidak pernah lagi ke Jakarta. Ya hingga aku kemudian diterima kuliah di STAN tahun 2001. Maka sejak itulah aku baru benar2 berkenalan dengan Jakarta. Dan sejak 2001 hingga aku bekerja sekarang ini Jakarta lekat dengan kehidupanku.
Jakarta
(Husni Djamaludin, Jakarta, 22 Juni 1990)
jakarta adalah biskota
yang berjubel penumpangnya
bergerak antara kemacetan jalan raya
dan terobosan-terobosan tak terduga
jakarta adalah bos besar
gajinya sebulan empat milyar
adapun yang babu
tinggi sudah empat puluh ribu
jakarta adalah rumah-rumah kumuh
yang mengusik tata keindahan gedung-gedung pencakar langit
jakarta adalah gedung-gedung pencakar langit
yang mencakar wajah-wajah kemiskinan rumah-rumah kumuh

Taaruf sudah dilaksanakan.. khitbah pun telah diterima, trus apalagi Dek ? Ah iya segera menikah dek.. ayohh.. segera Dek.. Mmm.. mas tahu menyegerakan pernikahan adalah disunahkan.. mmm tapi kita sama2 tahu ada beberapa hal yang menunda rencana itu untuk beberapa saat.. Yup tapi insya Alloh tidak rumit hanya membutuhkan kesabaran bagi kita..




